Imam Ali Bin Abi Thalib

Alī bin Abī Thālib (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (lahir sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah/599 – wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661), adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi’ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.
Perbedaan pandangan mengenai pribadi Ali bin Abi Thalib
Syi’ah
Bagian dari artikel tentang
Imam Syi’ah
Dua Belas Imam

________________________________________
1. Ali bin Abi Thalib
2. Hasan al-Mujtaba
3. Husain asy-Syahid
4. Ali Zainal Abidin
5. Muhammad al-Baqir
6. Ja’far ash-Shadiq
7. Musa al-Kadzim
8. Ali ar-Ridha
9. Muhammad al-Jawad
10. Ali al-Hadi
11. Hasan al-Askari
12. Muhammad al-Mahdi
________________________________________
lihat • bicara • sunting

Syi’ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi’ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Syi’ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Alayhi Salam (AS) atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.
Sunni
Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.
Sunni menambahkan nama Ali dengan Radhiyallahu Anhu (RA) atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.
Sufi
Sufi menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Karramallahu Wajhah (KW) atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.
Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai Imam dalam ilmu al-hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja’far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.
Riwayat Hidup
Kelahiran & Kehidupan Keluarga
Kelahiran
Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600(perkiraan). Muslim Syi’ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka’bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.
Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Mekkah. Baca lebih lanjut

Iklan

Sistem Pendidikan Negara Inggris

PENDAHULUAN

Puji syukur kehadirat Tuhan Semesta Alam yang telah melimpahakan rahmat-Nya. Dalam kesempatan kali ni saya sebagai pemakalah akan membahas system pendidikan negara Inggris. Berikuti ini hal-hal yang akan dibahas dimakalah ini meliputi :  Sejarah pendidikan; Modern awal periode, Abad ke-18Abad ke-19, Pertengahan  pertama abad ke-20, Periode pasca-perang, Di bawah pemerintah konservatif 1979-1997. Serta sistem pendidikan yang meliputi: Pendidikan dasar dan menengah (Didanai sistem sekolah-negara, Sekolah independen, Pendidikan selain dengan sekolah, Pendidikan lebih lanjut), Pendidikan tinggi (Pendidikan Pascasarjana, Kualifikasi Spesiali dan Biaya ) dan Pendidikan Dewasa.

 

PEMBAHASAN

  1. 1.      Sejarah pendidikan negara inggris

Selama abad pertengahan sekolah didirikan untuk mengajarkan tata bahasa latin , sedangkan magang adalah cara utama untuk memasukkan pekerjaan praktis. Dua universitas didirikan: di universitas oxford, diikuti oleh university of cambridge . Sebuah sistem direformasi dari “sekolah tata bahasa bebas” didirikan pada masa pemerintahan edward vi dari inggris .

Pada abad ke-19 gereja inggris bertanggung jawab untuk sebagian besar sekolah sampai pembentukan gratis, pendidikan wajib menjelang akhir abad itu. University college london didirikan, diikuti oleh king’s college london , dua perguruan tinggi membentuk universitas london . Durham universitas juga didirikan pada awal abad 19. Menjelang akhir abad tersebut sebagai ” bata merah “universitas didirikan.

  1. Modern awal periode

Di inggris tudor raja edward vi direorganisasi sekolah tata bahasa atau dilembagakan yang baru sehingga ada sistem nasional “sekolah tata bahasa bebas” yang dalam teori terbuka untuk semua dan menawarkan biaya kuliah gratis bagi mereka yang tidak mampu membayar biaya.[1] Sebagian besar anak-anak miskin tidak menghadiri sekolah tersebut sejak tenaga kerja mereka yang bernilai ekonomis untuk keluarga mereka.

Pada 1563, statuta artificers dan apprentices telah disahkan untuk mengatur dan melindungi sistem magang, melarang siapa pun dari praktek perdagangan atau kerajinan tanpa terlebih dahulu menjalani tahun periode 7 sebagai magang untuk menguasai (meskipun dalam praktek putra orang bebas bisa bernegosiasi istilah lebih pendek).

Sampai akhir abad kesembilan belas, kawan-kawan semua universitas dan banyak guru sekolah yang diharapkan atau diharuskan untuk berada dalam perintah suci. Schoolmistresses biasanya diajarkan tiga rs (membaca, menulis dan ‘rithmetic) di sekolah dame , sekolah amal , atau sekolah desa informal.

  1. Abad ke-18

Pada tahun-tahun awal revolusi industri pengusaha mulai menolak pembatasan dari sistem magang, [4] dan keputusan hukum menetapkan bahwa statuta apprentices tidak berlaku untuk perdagangan yang tidak ada saat disahkan pada 1563, sehingga banyak termasuk 18 industri abad baru.

Robert raikes memulai sekolah minggu gerakan , memiliki bisnis penerbitan mewarisi dari ayahnya dan menjadi pemilik gloucester journal di 1757 . Gerakan ini dimulai dengan sebuah sekolah untuk anak-anak di daerah kumuh. Raikes telah terlibat dengan mereka yang dipenjarakan di daerah miskin hukum (bagian dari penjara pada waktu itu) dan melihat wakil yang akan lebih baik dicegah daripada diobati. Dia melihat sekolah sebagai intervensi terbaik. Waktu terbaik adalah hari minggu sebagai anak-anak sering bekerja di pabrik-pabrik lainnya enam hari. Para guru terbaik yang tersedia, adalah orang awam . Buku ini adalah alkitab , dan dimaksudkan kurikulum awalnya dimulai dengan belajar membaca dan kemudian pindah ke katekismus .

Raikes menggunakan kertas untuk mempublikasikan sekolah dan menanggung sebagian besar biaya pada awal tahun. Gerakan dimulai pada juli 1780 di rumah seorang meredith mrs.hanya anak laki-laki hadir, dan dia mendengar pelajaran dari anak-anak yang lebih tua yang melatih muda. Kemudian, perempuan juga hadir. Dalam waktu dua tahun, beberapa sekolah dibuka di dalam dan sekitar gloucester. Ia menerbitkan account di november 3, 1783 dari sekolah minggu dalam makalahnya, dan kemudian firman menyebar bekerja melalui gentleman’s magazine, dan di 1784 , sebuah surat kepada majalah arminian. Baca lebih lanjut

Rasionalisme

Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme, dalam hal bahwa mereka bertujuan untuk menyediakan sebuah wahana bagi diskursus sosial dan filsafat di luar kepercayaan keagamaan atau takhayul. Meskipun begitu, ada perbedaan dengan kedua bentuk tersebut:

Humanisme dipusatkan pada masyarakat manusia dan keberhasilannya. Rasionalisme tidak mengklaim bahwa manusia lebih penting daripada hewan atau elemen alamiah lainnya. Ada rasionalis-rasionalis yang dengan tegas menentang filosofi humanisme yang antroposentrik.

Atheisme adalah suatu keadaan tanpa kepercayaan akan adanya Tuhan atau dewa-dewa; rasionalisme tidak menyatakan pernyataan apapun mengenai adanya dewa-dewi meski ia menolak kepercayaan apapun yang hanya berdasarkan iman. Meski ada pengaruh atheisme yang kuat dalam rasionalisme modern, tidak seluruh rasionalis adalah atheis.

Di luar diskusi keagamaan, rasionalisme dapat diterapkan secara lebih umum, misalnya kepada masalah-masalah politik atau sosial. Dalam kasus-kasus seperti ini, yang menjadi ciri-ciri penting dari perpektif para rasionalis adalah penolakan terhadap perasaan (emosi), adat-istiadat atau kepercayaan yang sedang populer.

Pada pertengahan abad ke-20, ada tradisi kuat rasionalisme yang terencana, yang dipengaruhi secara besar oleh para pemikir bebas dan kaum intelektual.

Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental yang diterangkan René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental sama sekali. Baca lebih lanjut

GERAKAN SEKELUARGA HAFAL AL-QURAN DAN HADITS

KHQH…!

SEKELUARGA HAFAL AL-QURAN DAN HADITS

Masih ingat Husain Thabathaba`i?

Ia seorang bocah Iran yang sangat menakjubkan… Disebut-sebut sebagai mukjizat akhir abad 20. Ia seorang fenomena yang sangat langka. Dalam usia 5 tahun sudah hafal Al-Quran. Bukan saja hafal bunyi ayat, terdapat dalam surah apa, dan juga urutannya dalam Al-Quran ada di mana, tetapi juga ia bisa menafsirkan setiap ayat yang ia hafal. Ia juga bisa memberikan komentar atas sesuatu –yang dilihat, didengar, dan ditanyakan kepadanya—dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran yang ia hafal. Dan… yang lebih menakjubkan lagi, komentarnya itu tepat, relevan dengan sesuatu itu…

Dalam usia 7 tahun, ia diuji oleh para ahli Al-Quran… Dan… pada usia yang seharusnya baru menginjak usia SD kelas 1 itu, ia telah ditetapkan oleh para penguji sebagai Doktor, karena nilainya melebihi angka 90. Ia sudah menjadi doktor pada saat puluhan juta anak seusianya baru saja keluar dari bangku TK. Ia seorang doktor di bidang Al-Quran….  Sebuah keahlian yang langka dicapai oleh orang dewasa sekalipun… Luar biasa..!

 

Banyak apresiasi dan doa kebaikan meluncur dari tokoh-tokoh kaliber dunia, semisal Ayatullah Ali Khomenei (Pemimpin Tertinggi Iran saat ini), Ali Akbar Hasyimi Rafsanjani (mantar Presiden Iran), Mohsen Qiraati (ahli tafsir), Yusuf Qaradhawi (ulama Syiria yang berpengaruh di kalangan dunia Islam saat ini) dan banyak lagi… Rafsanjani bahkan mengusulkan agar metode kedua orang tuanya itu (metode isyarat) diteliti dan diterapkan oleh publik luas untuk menghafal Al-Quran.

Husain, yang masih keturunan Rasulullah Saw. ini, adalah inspirasi kemanusiaan. Inspirasi tentang kecerdasan.. Inspirasi tentang cinta dan kasih sayang orang tua… Inspirasi tentang cita-cita dan harapan orang tua yang ditransmisikan kepada anaknya… Inspirasi tentang kebaikan dalam sebuah keluarga dan rumah tangga… Inspirasi tentang kekuatan harapan, dahsyatnya kerja keras, luar biasanya ketulusan mendidik anak…. Inspirasi tentang mahalnya sebuah proses menuju keunggulan….

 
Bagaimana dengan Kita…!!!
 

Segera setelah berita menakjubkan dari sosok Husain ini tersebar ke seantero jagat, banyak orang tua Muslim di berbagai penjuru dunia merindukan anak-anaknya bisa menghafal Al-Quran… Mereka ingin anak-anak mereka seperti Husain… Tetapi, bagaimana caranya…?? Husain bukanlah sebuah prestasi yang independen semata-mata karena kecerdasannya… Melainkan di atas itu semua adalah karena peran kedua orang tuanya yang luar biasa. Artinya, untuk memiliki anak seperti Husain yang Doktor Cilik Al-Quran itu, berarti kita harus bisa seperti kedua orang tuanya. Justru di sini beratnya bagi kita, mayoritas orang tua….

Mengapa??? Karena, pertama, ibu dan ayah Husain adalah sama-sama hafizh (penghafal Al-Quran) –ini yang sangat berat…!!!. Kedua, ayah-ibunya sama-sama bertekad membentuk anaknya itu hafal Al-Quran. Ketiga, kedua orang tua Husain selalu akrab setiap saat dengan Al-Quran dan segala hal yang berkenaan dengannya, dalam rumah tangganya. Sehingga Husain terdidik, terbiasa, terbentuk dalam suasana Al-Quran, keluarga Qurani….

 

Baiklah….! Kebanyakan kita, para orang tua, tentu saja tidak seperti kedua orang tua Husain yang hafizh Al-Quran itu… Ini fakta yang membuat kita bersedih. Tetapi, KABAR GEMBIRANYA adalah… kita tidak perlu berkecil hati untuk tetap mencetak anak-anak kita hafal Al-Quran… Kita TETAP BISA BERBUAT SESUATU untuk anak dan keluarga kita dalam rumah tangga. Kita tetap bisa mendesain rumah tangga kita AKRAB bahkan HAFAL AL-QURAN. Hanya saja, tentu targetnya kita turunkan di bawah Husain Thabathaba`i. Dan… kita bisa maksimalkan seluruh potensi keunggulan dalam rumah tangga kita untuk mengejar TARGET ini…. Sebab, target ini RELATIF MUDAH untuk DICAPAI oleh banyak keluarga Muslim… Target ini SANGAT MUNGKIN diraih oleh banyak rumah tangga Muslim di mana pun…. Termasuk ANDA, termasuk MEREKA, termasuk KITA SEMUA….. Mengapa tidak….!!!!

Lebih dari itu, ini KABAR GEMBIRA yang KEDUA, TARGET yang hendak kita capai ini, tidak hanya menghafal Al-Quran saja…. Tetapi bahkan menghafal hadits-hadits Rasulullah Saw. Setelah Al-Quran, hadits-hadits beliau adalah sumber hukum dalam Islam. Alangkah membanggakan, juga membahagiakan, bila kita, anak-anak kita, keluarga kita, mampu menghafal Al-Quran dan Hadits sekaligus…. Sebuah keunggulan yang kini jarang dimiliki oleh keluarga Muslim –mungkin di seluruh penjuru dunia… Subhanallah….!!!!

KABAR GEMBIRA yang KETIGA, ketika target ini telah tercapai, anak-anak kita bukan saja hafal Al-Quran dan Hadits, melainkan ia secara langsung dan otomatis berarti belajar akhlak, belajar hukum, belajar aqidah, belajar muamalah, dan lainnya, secara Islam, sesuai Al-Quran dan Sunnah Rasul Saw…  Mereka –dan kita—belajar hidup dengan Al-Quran dan Sunnah.

KABAR GEMBIRA yang KEEMPAT, karena Al-Quran dan Hadits berbahasa Arab, maka berarti secara otomatis kita belajar bahasa Arab pula. Ketika ayat-ayat Al-Quran dan Hadits bisa kita pahami, berarti kita semakin familiar dengan bahasa Arab, bahkan semakin bergerak maju untuk menguasai bahasa dunia yang menakjubkan sepanjang sejarah itu. Terlebih karena program ini juga menampilkan berbagai MAHFUZHAT (kata mutiara berbahasa Arab) yang berkaitan dengan tema-tema kehidupan di sekitar kita dan anak-anak kita… Karenanya, bahasa Arab akan semakin dekat dengan kita, dan makin dimengerti….

Dengan demiian, berarti kita sedang BERGERAK menuju EMPAT TARGET sekaligus: (1) Hafal Al-Quran, (2) Hafal Hadits, (3) Belajar Islam, dan (4) Belajar bahasa Arab… Keempat target inilah yang tercakup dalam program  Se-Keluarga Hafal Al-Quran dan Hadits, disingkat KHQH…!

MARI KITA BAYANGKAN SEJENAK….!!!

Dalam waktu yang tidak lama lagi (semoga)…

Kita, anak-anak kita, dan keluarga kita di rumah, ternyata bisa hafal ayat-ayat Al-Quran dan Hadits secara relevan…

Kita dapat berkomunikasi dengan anak-anak kita menggunakan Al-Quran dan Hadits.

Kita bercakap-cakap, saling berkomentar dan berapresasi bersama mereka, dengan menggunakan Al-Quran dan Hadits.

Kita mengekspresikan perasaan kita (senang, bahagia, kesal, marah, kecewa) dengan Al-Quran dan Hadits. Kita bisa menyebutkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits untuk berbagai tindakan, kegiatan dan tema dalam kehidupan di sekitar kita…

Kita bahkan mengerti arti dan maksud setiap ayat dan hadis yang kita hafal. Di atas itu, kita bahkan kelak bisa menafsirkannya….

Kita mendidik, mengajari anak-anak kita, menyampaikan nilai-nilai keagungan dan kebaikan, langsung dengan menggunakan Al-Quran dan Hadits….

Anak-anak kita, saat mereka masih kecil seusia SD, bisa hafal Al-Quran dan Hadits, bahkan mengerti maksud dan makna dari ayat Al-Quran dan Hadits yang mereka hafal… Kecil-kecil sudah hafal dan paham Al-Quran dan Hadits….

Dan bayangkan pula, bahwa itu semua terjadi di tengah-tengah keluarga kita… Bayangkanlah bahwa ternyata kita bisa menghafal Al-Quran dan Hadits, berbicara dengan keduanya…

 

Dan itu terjadi pada zaman ini… Terjadi tidak hanya pada keluarga Husain Thabathaba`i… tetapi terjadi pada kita…. Kita mengalami dan merasakannnya…

Sekalipun kita tidak sedahsyat keluarga Husain Thabathaba`i, sekalipun masih jauh untuk dibandingkan dengannya, namun setidaknya kita sudah bisa termasuk barisan penghafal Al-Quran dan Hadits. Sehingga untuk mencapai kapasitas Husain, kita –khususnya anak-anak kita—sudah memiliki modal dan bekal yang cukup diandalkan…. Subhanallah….!

Walaqad yassarnal qur`ana lidzdzikri fahal min muddakir…. Sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk diingat (dihafal). Adakah orang yang mengambil pelajaran…?” (QS al-Qamar, 54:17)

MUNGKINKAH KITA BISA…?!!!

Jika Anda –maaf—bukan hafizh Al-Quran, berarti kita bernasib sama. Kita sama-sama bukan hafizh Al-Quran yang hafal Al-Quran 30 juz –sebagian kita hanya hafal juz amma dan beberapa ayat Al-Quran.. Namun, justru fakta inilah yang akan kita jadikan PIJAKAN. Sekalipun kita tidak sampai pada taraf menjadi hafizh Al-Quran yang hafal 30 juz tanpa cacat, namun setidaknya kita sedang bergerak untuk menjadi Penghafal Al-Quran dan Hadits. Dan KITA PASTI BISA…!!! Asal kita sudah lancar membaca Al-Quran (Arab), berarti kita sudah memiliki modal besar untuk mencapai target ini..

TIDAK LAMA LAGI, INSYA ALLAH….

Sekarang ini saya sedang menyusun dan menyiapkan buku untuk kesuksesan program ini. Sambil menyusun dan menyiapkannya, kami juga sedang mencoba menerapkannya secara langsung….

Kami adalah keluarga pertama yang akan menerapkan metode dan program ini dalam rumah tangga kami. Sambil menerapkan untuk keluarga, para santri yang belajar di Pesantren MQA (Ma`had Al-Quran wal Arabiyah), juga turut kebagian, sekalipun mereka hanya mendapatkannya sedikit karena waktu kegiatan mengaji mereka hanya sebentar –ini jelas berbeda dengan rutinitas hidup dalam keluarga.

MQA adalah pesantren kecil-kecilan yang saya asuh bersama isteri saya di rumah, di pemukiman tempat kami tinggal. Ibu-ibu pengajian Majlis Zikir Shafawiyah yang kami bina, yang selama ini baru belajar membaca Al-Quran, sekali sepekan di MQA, juga termasuk pihak-pihak yang kami motivasi untuk menerapkan program ini, sebisa yang mereka upayakan. Mereka adalah para tetangga yang putera-puterinya belajar di pesantren MQA… Kepada mereka kami ingin menularkan konsep dan metode ini, agar mereka mencoba menerapkannya bersama anak-anak mereka di rumah mereka… Termasuk kepada mereka yang belajar bahasa Arab di lembaga yang kami dirikan dan kelola, Al-Shafa Institute. Mereka terdiri dari paramahasiswa S 1, S2, S3, dosen, karyawan, ibu rumah tangga, dan lainnya…

Metode dan program ini memang dibuat untuk diterapkan dan dipraktekkan dalam RUMAH TANGGA, dalam sebuah keluarga di mana mereka menjalani berbagai aktivitas hidup sehari-hari secara riil. Adapun lembaga pendidikan (semisal madrasah, sekolah, pengajian atau pesantren), paling-paling hanya mengenalkan, menyampaikan dan mengajarkan saja. Sedangkan praktek dan penerapannya ada dalam rumah tangga, dalam kehidupan rutin yang bervariasi… Namun begitu, ketika materi-materi dalam program ini disampaikan di lembaga pendidikan, maka itu juga tetap akan bermakna dan memberikan pengaruh besar untuk membentuk anak-anak kecil yang bisa menghafal dan paham Al-Quran dan Hadits, sekaligus belajar bahasa Arab dan akhlak Islam…

Ke depan, ketika buku yang sekarang sedang saya siapkan ini selesai (bismillah allahumma amien), maka sangat mungkin kita akan adakan roadshow pelatihan program KHQH…!!! Buku dan program pelatihan ini kelak akan menularkan manfaat konsep ini kepada masyarakat luas.

BAGAIMANA PROGRAM KHQH…! Ini Bekerja

Prinsipnya, “Jika kita hendak menyampaikan sesuatu kepada anak-anak dan keluarga kita di rumah, berkenaan dengan aktivitas hidup keseharian kita dan mereka, atau berinteraksi dengan mereka, mendidik mereka, menegur mereka, mengapresasi atau menegur mereka, atau bahkan “marah” kepada mereka, maka GUNAKANLAH AYAT AL-QURAN DAN HADITS… sebanyak yang bisa kita hafal!”

Maka, jika aktivitas itu terus berulang-ulang, berlansgsung setiap saat dan setiap hari, maka akan semakin banyak ayat Al-Quran dan Hadits yang kita sekeluarga hafal dan mengerti…. bahkan semakin spontan….

MANFAAT PROGRAM INI
  1. Kita (sebagai orang tua), anak-anak, dan keluarga kita di rumah akan TERBIASA HAFAL ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang sesuai dengan kegiatan kita sehari-hari
  2. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah, MENGERTI DAN PAHAM MAKSUD dari setiap ayat Al-Quran dan hadits yang kita hafal
  3. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah TERBIASA SALING BERINTERAKSI satu sama lain, dengan MENGGUNAKANAL-AL-QURN DAN HADITS. Selain itu jelas bernilai ibadah (berpahala) di sisi Allah, kita juga lebih terhindar dari perkataan sia-sia, tidak bermakna, atau keterpelesetan lidah
  4. Kita, anak-anak, dan keluarga kita di rumah, BELAJAR ISLAM (aqidah, syariah, muamalah dan akhlak) langsung berdasarkan Al-Quran dan Sunnah (Hadits)
  5. Kita, anak-anak dan keluarga kita di rumah, MENJADIKAN AL-QURAN DAN HADIS BENAR-BENAR HIDUP dalam aktivitas rutin kita sehari-hari
  6. Kita, anak-anak dan keluarga di rumah, secara otomatis BELAJAR BAHASA ARAB, sehingga kita lebih akrab dan semakin bergerak maju untuk menguasai bahasa Al-Quran tersebut.
  7. Kita, anak-anak, dan keluarga kita di rumah DILIPUTI SUASANA IBADAH yang berpahala di sisi Allah. Sebab, kita berbicara, menghafal, belajar, berinteraksi dan memasyarakatkan Al-Quran dan Hadits dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan dorongan dan ziyadah doa dari para sahabat dan saudara-saudaraku, kaum Muslimin semuanya…. Hasbunallah ni`mal wakil ni`mal mawla wa ni`man nashir…. Bismilllah, wa fillah, wa ilallah…. Semoga buku yang sedang saya susun ini segera tuntas dan mendatangkan manfaat bagi umat, lebih cepat… Karena buku inilah yang akan menjadi acuan utama kita menjalankan program ini! NANTIKAN… DAN JEMPUTLAH…!!!

Semoga Allah Swt. selalu menganugerahi kita kebaikan di dunia dan akhirat, membimbing kita menuju keselamatan dan kebahagiaan berjumpa dengan-Nya, menuntun kita menuju Telaga Haudh untuk berjumpa dengan Kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad Saw.. Allahumma shalli `ala Muhammad wa `ala ali Muhammad….

KHQH…!

Sekeluarga Hafal Al-Quran dan Hadits

Anak-anak kita, kecil-kecil hafal Al-Quran dan Hadits

Kita, sekeluarga hafal Al-Quran dan Hadits…!!

Salam….

Latar Belakang Revolusi Islam Iran 1979

Tent City Persepolis 1971, puncak penghambaan Persia kepada Barat. Timbulnya dinasti Pahlevi (1925) karena rebutan minyak antara Rusia, Inggris (Anglo Iranian Oil Company) dan AS (Standard Oil Company). Sejak tahun 1942, Imam Khomeini (40 tahun) telah merancang pemerintahan Islam yang bebas dari ketergantungan. PM Mohammad Mosaddeq melakukan nasionalisasi, didepak (1953). Berdiri SAVAK, Dinas Rahasia Iran yang dilatih oleh CIA (1957). Dengan program mirip “ABRI masuk desa”, Shah Iran mencanangkan Revolusi Putih, malah menghancurkan ekonomi. Qum, kota pendidikan ulama, kubu oposisi paling keras, diserbu pasukan SAVAK. Demo-demo diredam, akhirnya Imam Khomeini diasingkan (1964-1979). Baca lebih lanjut

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.